Pemprov Jabar: Hormati Proses Hukum , Dugaan Korupsi Smart City

- Penulis

Jumat, 15 Maret 2024 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG | Bandungraya.co

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin, menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dengan dugaan kasus korupsi Smart City Kota Bandung. Hal ini disampaikannya dalam sebuah keterangan pers pada Kamis, 14 Maret 2024. Bey menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mengumumkan keputusan resmi setelah ada pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Saat ini, kita harus menghormati proses hukum yang berlangsung. Ketika ada pernyataan resmi mengenai hal ini, saya akan menyampaikannya. Intinya, kita harus menghormati proses hukum,” ungkap Bey.

Meskipun sebelumnya terdapat kabar tentang penangkapan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi Smart City Kota Bandung, Bey menyatakan bahwa ia belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.

Ali Fikri, juru bicara KPK, sebelumnya telah mengumumkan adanya tersangka baru dari hasil pengembangan kasus korupsi proyek Bandung Smart City. Namun, nama-nama resmi tersangka tersebut belum diumumkan oleh KPK.

Kasus korupsi proyek Bandung Smart City telah masuk dalam tahap penyidikan, dan KPK telah menetapkan beberapa tersangka baru dari kalangan eksekutif pemerintahan kota Bandung serta anggota legislatif DPRD kota Bandung.

Kendati begitu, Ali tidak merinci identitas tersangka baru tersebut, dan menyatakan bahwa KPK akan mengumumkan secara resmi saat melakukan penahanan terhadap para tersangka.

Informasi yang didapat menyebutkan bahwa salah satu tersangka baru dalam kasus tersebut adalah Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. Sebelumnya, Ema juga pernah dijadikan tersangka bersama dengan beberapa anggota DPRD Kota Bandung.

Sebelumnya, Majelis Hakim Tipikor Bandung telah memvonis mantan Walikota Bandung, Yana Mulyana, atas keterlibatannya dalam kasus korupsi ‘Bandung Smart City’. Yana dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara serta denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan, karena terbukti menerima gratifikasi dari pihak terkait proyek tersebut.(il/BDR)

Penulis : il

Berita Terkait

Pria di Rancaekek Aniaya Dosen karena Tak Diberi Uang dan Rokok, Kini Ditangkap
Pemkab Bandung Barat Alami Pemangkasan Dana Transfer Rp130 Miliar
Fenomena #KaburAjaDulu: Suara Keresahan Generasi Muda dan Tantangan bagi Pemerintah
Sinergi Semua Pihak Diperlukan untuk Penataan Ruang Hijau Kota Bandung
Pemotongan Anggaran BMKG Pengaruhi Akurasi Deteksi Dini Gempa dan Tsunami
Tren Penurunan Pernikahan di Kalangan Pemuda: Faktor Sosial dan Ekonomi Jadi Pemicu
Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Jawa Barat
Buku “Dibuang Sayang, Cerita di Balik Cerita” Karya Suryansyah Resmi Dirilis di HPN 2025
Berita ini 6 kali dibaca
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin, menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dengan dugaan kasus korupsi Smart City Kota Bandung. Hal ini disampaikannya dalam sebuah keterangan pers pada Kamis, 14 Maret 2024. Bey menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mengumumkan keputusan resmi setelah ada pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

Berita Terkait

Selasa, 18 Februari 2025 - 16:12 WIB

Pria di Rancaekek Aniaya Dosen karena Tak Diberi Uang dan Rokok, Kini Ditangkap

Selasa, 18 Februari 2025 - 16:05 WIB

Pemkab Bandung Barat Alami Pemangkasan Dana Transfer Rp130 Miliar

Kamis, 13 Februari 2025 - 12:36 WIB

Fenomena #KaburAjaDulu: Suara Keresahan Generasi Muda dan Tantangan bagi Pemerintah

Kamis, 13 Februari 2025 - 12:25 WIB

Sinergi Semua Pihak Diperlukan untuk Penataan Ruang Hijau Kota Bandung

Selasa, 11 Februari 2025 - 21:15 WIB

Pemotongan Anggaran BMKG Pengaruhi Akurasi Deteksi Dini Gempa dan Tsunami

Berita Terbaru